LOVE YOU FOREVER

Ekspektasi Berlebihan Semoga Tak Berujung Kekecewaan

Euforia massa terkait penampilan timnas Indonesia di Piala AFF tak bisa dibendung. Suporter ramai-ramai berharap ekspektasi luar biasa ini tak berujung dengan kekecewaan. Hal inilah yang diungkapkan para suporter dalam diskusi di akun Facebook detikSport. Pro dan kontra ramai menjawab pertanyaan “Eksploitasi timnas dinilai mulai berlebihan. Menurut kamu?” Ada yang menanggapi positif euforia...

Kecam Hari Pembakaran Alquran Sedunia + Video

Pembakaran Alquran Sedunia juga dikecam Gereja Kini, ada arus balik di AS yang anti-Islam. Tindakan kampanye pembakaran Al-Quran dari kelompok yang menamakan dirinya `Dove World Outreach Center` dibawah pimpinan Pastor Senior Sylvia Jones yang berkantor di Florida, Amerika Serikat, menuai kecaman dunia. Termasuk kecaman dari Persekutuan Gereja Indonesia (PGI) dan Forum Lintas Agama. click image...

3 Gunung di Nusa Tenggara Waspada

Posted by Administrator | Pada : 12:03 AM
testing

 

3 Gunung di Nusa Tenggara dinaikan statusnya menjadi waspada (level III) oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG). Namun, penduduk yang tinggal di sekitar gunung-gunung tersebut masih dalam keadaan aman dan belum perlu mengungsi.

"Belum perlu ada pengungsian," kata Juru Bicara Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Sutopo Purwo Nugroho, kepada detikcom, Rabu (31/8/2011).

Namun demikian, terang Sutopo, pemerintah daerah serempat dan masyarakat diminta semakin meningkatkan kewaspadaannya. Disarankan pula, siapa saja yang ingin mendaki ketiga gunung tersebut agar menunda rencana pendakian.

"Sehubungan dengan kenaikan status gunungapi tersebut maka direkomendasikan tidak tidak ada pendakian yang kawah," ucap dia.

Ketiga gunung di Nusa Tenggara yang berubah status dari normal aktif ke waspada itu adalah Gunung Anak Ranakah, Tambora dan Lewotobi Perempuan. Anak Ranakah di Kabuparen Manggarai, NTT, dinaikkan statusnya menjadi waspada terhitung tanggal 26 Agustus 2011 pukul 15.00 WITA.

Lima hari kemudian, tepatnya 30 Agustus 2011 pukul 11.00 WITA, giliran Gunung Tambora naik status menjadi waspada. Gunung yang terletak di antara Kabupaten Bima dan Kabupaten Dompu, NTB, sejak april menunjukkan peningkatan aktivitas.

Gunung Lewotobi Perempuan di bagian tenggara Pulau Flores, NTT, menunjukkan peningkatan aktivitas sehingga dinaikkan menjadi Waspada pada 31 Agustus 2011 pukul 15.00 WITA. Gempa vulkanik yang biasanya rata-rata 5 kali kejadian, sekarang terekam rata-rata 24 kali kejadian gempa vulkanik.

"Dengan demikian saat ini terdapat 21 gunung api di atas normal, yaitu 5 berstatus siaga dan 16 berstatus waspada," katanya.

Sanksi sangat tegas penebang pohon


 

Pontianak - Capek-capek ditanam untuk masa depan, eehhh... ditebang begitu saja! Wali Kota Pontianak Sutarmidji berang kepada orang yang seenaknya menebang pohon penghijauan dan berjanji sanksi sangat tegas diberikan kepada mereka.

"Siapa pun yang melakukan itu diberi sanksi sangat tegas. Kasusnya pasti dibawa ke pengadilan," kata Sutarmidji di Pontianak, Jumat. Bukan cuma perorangan, tapi juga perusahaan dan instansi akan kena.

Jika dia konsisten dan tahan uji, maka sikap ini sangat baik. Dia pantas berang karena Pontianak --sebagaimana Kalimantan-- panas dan sangat tergantung dari kehadiran pohon-pohon untuk ekologinya.

Beberapa waktu lalu, kata Sutarmidji, PT Telkom yang berada di Jalan Teuku Umar dianggap melakukan tindak pidana ringan karena memangkas tanaman penghijauan di pinggir jalan depan kantor itu.

"Telkom berdalih menghalangi plang kantor lantas memangkas pohon sembarangan. Kami tidak peduli, itu salah dan akan diproses hukum," ungkap Sutarmidji.

Ia menilai yang dilakukan PT Telkom sebagai pelanggaran. Untuk melakukan pemangkasan harus melalui mekanisme tertentu.

"Kalau mau pangkas ada caranya. Lapor dulu kemudian ada petugas dari Dinas Kebersihan dan Pertamanan yang mengawasi serta mengarahkan," katanya.

Tidak hanya PT Telkom, lanjut Sutarmidji, beberapa pemilik rumah toko juga banyak yang dikenakan sanksi.

Rata-rata, kata dia, para pemilik ruko itu beralasan pohon penghijauan itu menutupi bangunan. Pemkot Pontianak pun memberi sanksi tegas, menahan IMB ruko tersebut.

"Kalau begitu pemiliknya juga rugi. Seperti di Jalan Merdeka, akhirnya ruko tidak laku karena tidak ada IMB. Jangan korban kepentingan pribadi dengan menebang pohon. Itu kepentingan masyarakat banyak," katanya.

Begitu pula dengan papan reklame. Ia meminta pemilik papan reklame bertanggungjawab terhadap pohon yang ada di bawahnya. Jika ditebang tanpa izin atau mati dipastikan pemilik reklame yang melakukannya.

"Kalau ada lagi seperti itu, saya akan perintahkan papan reklamenya dibongkar saja," tegasnya.

Sementara, Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Pontianak, Utin Srilena Candramidi, mengatakan, sudah banyak masyarakat, pemilik usaha termasuk instansi yang dikenakan sanksi tipiring. Namun, kata dia, Pemkot Pontianak kecewa dengan putusan pengadilan yang hanya menjatuhkan hukuman denda Rp150 ribu kepada pelaku.

"Sanksinya terlalu kecil, kami kecewa. Dalam Perda, sanksi maksimal Rp50 juta," katanya. Tetapi, lanjut Utin, dengan menjalani proses tindak pidana ringan tersebut sudah merupakan terapi psikologi bagi pelaku.

"Itu upaya Pemkot Pontianak memberikan sanksi pada pelaku. Kami juga mengingatkan pengusaha yang membangun ruko tidak membunuh pohon. Karena beberapa kali sudah ditemukan kasus seperti ini," kata Mantan Camat Pontianak Selatan itu.

ASEAN Sepakat Tingkatkan Peran Difabel

 SEMARANG – Sejumlah isu kerja sama strategis yang sempat mencuat dalam Forum Komite Pejabat Senior untuk Komunitas Sosial Budaya ASEAN atau Senior Officials Committee for the ASCC (SOCA),ternyata belum menjadi agenda pembahasan pada pertemuan Dewan Komunitas Sosial Budaya ASEAN atau ASEANSocio-CulturalCommunity (ASCC) Council di Semarang, Jawa Tengah,kemarin.

ASCC lebih menitikberatkan pada masalah-masalah sosial, terutama keprihatinan terhadap masih banyaknya fasilitas umum,gedung,tempat ibadah, dan ruang publik lain yang belum memperhatikan hakhak kaum difabel atau penyandang cacat. Karena itu,ASCC menyepakati perlunya peningkatan peran dan partisipasi penyandang cacat di kawasan AsiaTenggara. “Masalah kesetaraan hak dan perlindungan terhadap penyandang disabilitas menjadi salah satu perhatian di pembahasanASCC.

Karena itu,kami akan bawa persoalan ini ke KTT ke-19 ASEAN di Bali,” tutur Ketua ASCC Agung Laksono. Kesepakatan ASCC mengenai kesamaan hak penyandang disabilitas ini bernama Bali Declaration on the Enhancement of the Role and Participation of Persons with Disabilities in the ASEAN Community.“Nantinya akan diputuskan di tingkat para kepala negara di KTT,” ujar Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat ini.

Poin utama di deklarasi tersebut menyatakan perlunya pemberian perlindungan dan pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas dalam berbagai lingkup kehidupan, termasuk hak politik,penggunaan informasi dan akses pada lingkungan, transportasi serta kesamaan hak di situasi bencana. Menteri Sosial Salim Segaf Al Jufri mengakui di Indonesia masih banyak fasilitas publik dan sosial,termasuk pusat perbelanjaan, gedung perkantoran, dan tempat ibadah,yang belum memperhatikan hak kaum disabilitas.

Pemerintah sendiri belum bisa memberlakukan sanksi atas pengabaian tersebut lantaran peraturan perundangan yang ada belum diratifikasi dengan Konvensi Internasional Hak-Hak Dasar Penyandang Cacat, yang digelar Perserikatan Bangsabangsa di New York,Amerika, 30 April lalu. “Negara-negara ASEAN yang sudah menandatangani konvensi dan meratifikasi adalah Laos dan Filipina.

Indonesia dan Malaysia sudah menandatangani, tapi belum meratifikasi. Sekarang proses ratifikasi sedang pembahasan di DPR. Kami berharap bisa secepatnya selesai,”kata Salim. Selain persoalan perlindungan dan pemberian hak kaum disabilitas,forum ASCC kemarin juga menyepakati sejumlah dokumen yang akan diadopsi di KTT ASEAN, yakni deklarasi penegasan kembali komitmen pemimpin ASEAN dalam penanganan HIV/AIDS dan bidang perubahan iklim.

Disepakati pula pembentukan pertemuan tingkat menteri bidang sosial budaya, khususnya pemberdayaan perempuan dan kesetaraan gender, serta pencapaian target millennium development goals (MDGs) secara sinergi di masing- masing negara ASEAN. Isu kerja sama pendidikan dan program satu Visa ASEAN yang sebelumnya mencuat di pembahasan tingkat pejabat senior (SOCA), malah tenggelam dan tidak dituangkan dalam dokumen.

 

14 klub level atas menolak untuk mengikuti kompetisi Liga Prima Indonesia (LPI)

Sedikitnya 14 klub level atas menolak untuk mengikuti kompetisi Liga Prima Indonesia (LPI) musim 2011/12 yang dikelola PT Liga Prima Sportindo, dan memilih tetap menggunakan Liga Super Indonesia di bawah pengelolaan PT Liga Indonesia.

Ke-14 klub yang memilih tetap menjalankan Liga Super di bawah pengelolaan PT Liga Indonesia adalah Sriwijaya FC, Persipura Jayapura, Persib Bandung, Persidafon Dafonsoro, Persiwa Wamena, Persiba Balikpapan, Persela Lamongan, PSPS Pekanbaru, Pelita Jaya, Semen Padang, Deltras Sidoarjo, Persisam Samarinda, dan Mitra Kukar. Selain itu, Persebaya Surabaya juga memberikan dukungan serupa.

 

 

 

 

 

 

 

LPI ( Liga Prima Indonesia )

 CEO Persiraja Banda Aceh Ari Wibowo sebagai juru

bicara Kelompok 10 mengatakan, pihaknya meminta kompetisi Liga Prima Indonesia (IPL) tetap digelar pada 15 Oktober, sekalipun banyak urusan legalitas yang belum dilakukan PT Liga Prima Indonesia Sportindo.

Kelompok 10 terdiri dari klub-klub yang memberikan dukungan kepada PT Liga Prima dalam menggulirkan kompetisi, yakni Persiraja, PSMS Medan, Persibo Bojonegoro, Persija Jakarta, PSM Makassar, Arema Indonesia, Persema Malang, Persiba Bantul, Persijap Jepara, dan Persebaya Surabaya.

 

 

 

 

 


Upcoming Events

No upcoming events

Recent Videos

No recent videos